Showing posts with label Kids. Show all posts

Tips Mengatasi Anak yang Kerap Bertengkar



Psikolog dan konsultan pendidikan Proxima Edukreasi Ayu Windiyaningrum Mpsi memberikan tips mengatasi anak-anak yang kerap bertengkar :

1. Lakukan aktivitas bersama : Misalnya membuat gambar atau olahraga.
Aktivitas bersama akan meningkatkan waktu kebersamaan, sehingga diharapkan setiap anak dapat mengerti kelebihan dan kekurangan saudaranya masing-masing.

2. Bermain peran : Minta anak anak untuk berperan terbalik sebagai saudaranya yang lebih tua atau lebih muda. Kegiatan ini tentu baru bisa dilakukan pada anak usia 8-12 tahun. Minta mereka untuk saling bertukar peran selama satu jam. Cara ini bisa meningkatkan pemahaman satu sama lain.

3. Hindari perbandingan : Tanpa sadar kadang orang tua membandingkan anak-anaknya. "Kayak kakak dong, masak kamu begitu aja gak bisa."  atau sebaliknya.Anak-anak tentunya tidak merasa nyaman ketika diperbandingkan. Membandingakn satu sama lain bisa mempengaruhi tingkat kepercayaan diri dan memici keengkelan serta pertengkaran.

4. Diskusi terbuka : Ajak anak berbicara secara terbuka mengenai hal hal yang tidak di sukai dari saudaranya dan bagaimana ia ingin diperlakukan. Orangtua berada sebagai penengah, harus bersikap netral dan adil.

Tips Mencegah Pertengkaran



Jennifer Shroff Pendley PhD dalam situs kidshealth.org memberikan beberapa tips untuk mencegah pertengkaran :

  1. Pastikan anak-anak tetap memiliki waktu dan ruang untuk bermain dan melakukan hal sendiri-sendiri tanpa harus berbagi.
  2. Proaktif memberikan kegiatan sesuai dengan minat masing-masing anak. Jalan-jalan, membaca buku, dll.
  3. Pastikan bahwa mereka tahu bahwa mereka dicintai, sehingga mereka merasa lebih aman.
  4. Lakukan rutin kegiatan bersenang-senang bersama seluruh anggota keluarga. Entah itu menonton bersama, piknik sederhana, bermain lempar bola, dll. Kegiatan keluarga yang menyenangkan akan membantu mengurangi konflik.
  5. Jika anak-anak bertengkar memperebutkan mainan, ajari mereka untuk membuat dan menyepakati jadwal.

Bekal Sehat dan Bergizi untuk Anak Sekolah

Menyiapkan bekal yang sehat dan bergizi untuk anak sangat penting agar mereka bisa lebih sukses di sekolah. Dengan bekal yang cukup dan bergizi, kebutuhan gizi anak terpenuhi dan mereka bisa berpikir dengan lebih baik. Konsentrasi membutuhkan nutrisi dari makanan dan minuman, sehingga anda perlu menyiapkannya. Menyiapkan bekal sendiri juga merupakan hal penting agar anak tidak jajan sembarangan.

Jajan sembarangan bisa meningkatkan resiko penyakit pencernaan karena tidak terkontrolnya kehigienisan makanan. Selain itu, gizi yang kurang memenuhi juga bisa menjadi penyebab gagalnya anak di plajaran sekolah. Beberapa bekal sehat dan bergizi untuk anak sekolah bisa anda coba untuk memastikan asupan mereka.

Berikut beberapa ide makanan yang bisa anda coba:

1.       Nasi, sayur dan telur

Untuk bekal ini, siapkan nasi dengan hiasan rumput laut membentuk muka atau tokoh kartun agar anak lebih semangat menyantap bekalnya. Untuk sayur, anda bisa memberikan cah sayur atau rebusan jagung manis. Untuk telur, buatlah telur gulung dengan dicampur potongan wortel agar anak lebih suka menyantapnya. Beri tambahan dekorasi di pinggir kotak bekal dengan daun selada agar lebih cantik. Sesuaikan porsi bekal sehat dan bergizi untuk anak sekolah dengan kebutuhan anak anda.

2.       Nasi dan kornet

Jika anda sangat sibuk dan tidak bisa menyiapkan bekal lebih rinci untuk anak anda, cobalah nasi dengan kornet. Nasi bisa anda atur sesuka anda. Untuk kornet, sebaiknya isi dengan campuran daging dan sayur sehingga gizi anak terpenuhi. Untuk sausnya, anda bisa memberikan saus tomat dan mayones yang tidak pedas agar anak suka. Beri tambahan hiasan sayur selada di pinggir kotak bekal agar lebih cantik. Untuk kornetnya, potong menjadi beberapa bagian agar tidak terlalu besar dan mudah dikunyah anak.

3.       Nasi goreng pataya


Nasi goreng bisa menjadi bekal yang nikmat untuk anak anda. Cara menyiapkannya pun cukup mudah. Anda bisa menggoreng nasi beserta sayur dan potongan sosis. Buatlah potongan sosis menajdi kecil-kecil agar mudah dimakan. Untuk penutup nasi goreng, gorenglah telur dadar agak lebar. Anda bisa menggunakan 2 telur agar bisa membentuk yang lebar. Taruhlah nas goreng secukupnya di tengah telur dadar dan lipat lalu masukkan ke dalam kotak bekal anak. Tambahkan saus tomat diatas telur agar lebih menarik dan anak lahap makan. Ini akan menjadi bekal sehat dan bergizi untuk anak sekolah favotitnya.

4.       Nasi dan mi goreng


Nasi dan mi goreng bisa menjadi bekal pilihan dengan menambahkan beberapa lauk seperti sosis, kornet dan atau telur. Atau anda juga bisa menambahkan ayam goreng jika anak suka. Untuk sayur, berikan brokoli yang telah direbus dan dibumbui sedikit garam. Hal ini akan membuat bekal sehat dan bergizi untuk anak sekolah sesuai kebutuhan anak.

Untuk kesemua bekal sehat dan bergizi untuk anak sekolah diatas, sebaiknya lengkapi dengan buah. Anda bisa memotong apel menjadi beberapa bagian dan memasukkannya di kotak bekal. Atau anda juga bisa memasukakn anggur, jeruk, stroberi, pisang, ataupun buah lainnya yang bergizi dan anak suka. Dengan gizi yang lengkap, anak akan lebih bersemangat dan bisa mengikuti pelajaran dengan baik.


Untuk minuman, sebaiknya bawa air putih dari rumah dengan botol tersendiri sehingga anak tidak perlu membeli minuman di sekolah. Hal ini untuk menghindari anak terkena batuk dikarenakan kurang higienisnya minuman yang dijual di lingkungan sekolah.

Teknik Mengajar Guru Masa Kini



1. Kejujuran
Pengajar wajib menanamkan sikap berani untuk menyatakan ketidaktahuan pada para siswanya.

2. Berkomentar kepada pertanyaan siswa
Pengajar memberikan komentar pada jawaban dari tiap – tiap siswa.

3. Metode Tanya Jawab
Teknik bertanya dengan tujuan menarik perhatian siswa serta membuatnya siap menerima apa yang disampaikan pengajar.

4. Fokus dan Berpoin
Mengajar berdasarkan rumusan atau poin poin sehingga membantu siswa agar tidak mudah lupa

5. Self Reflection
Mempersilahkan siswa menjawab pertanyaan yang dilontarkan siswa tersebut untuk membantunya mengasah pola pikir.

6. Alasan dan Argumentasi
Menjawab alasan dari suatu materi yang dianggap sulit agar siswa semakin paham dan ada kemauan untuk mempelajari hal tersebut.

7. Gambar dan Teknologi Kelompok
Mengajar menggunakan bantuan media gambar atau tulisan.

8. Bahasa Tubuh
Menggunakan gerakan gerakan tubuh supaya penyampaian lebih jelas, menarik perhatian siswa serta mudah diingat.

9. Mengajarkan Motivasi
Mengajar sambil meningkatkan gairah belajar dan rasa ingin tahu siswa.

10. Analogi dan Studi Kasus
Mengajar dengan memberikan contoh studi kasus berdasarkan hal hal yang ada disekitar.

11. Bercerita
Mengajar dengan cara seperti orang bercerita sehingga siswa tertarik dan mudah memahami.

12. Diskusi dan Umpan balik
Memberikan jawaban dengan membuat contoh yang mudah dipahami oleh siswa.

13. Scanning dan Leveling
Mengajar dengan memahami dan menyesuaikan dengan tingkat kecerdasan tiap – tiap siswa.

14. Pembelajaran Terapan
Menggunakan metode praktek yang dicontohnya oleh guru dan kemudian dilakukan sendiri oleh siswa.

15. Interaksi Aktif
Mengajar sembari aktif berinteraktif dengan siswa seperti melakukan kontak mata, mengatur nada bicara dan lain – lain.

Penulis : Muhamad Fadhol